Menipu Atau Korupsikah?


Hari Sabtu, 24 Februari 2007 yang lalu, kami, selaku kelas 9 SMP Tarakanita 2 memulai perjalanan karya wisata kami ke Bali. Selain Bali, tempat tujuan yang lainnya adalah Yogyakarta. Setelah 7 hari, kami semua kembali ke sekolah kemudian kembali ke rumah kami masing-masing. Kami kembali ke Jakarta pada hari Jumat, 2 Maret 2007.

Pada pelaksanaan karya wisata tersebut, yang ingin ikut diwajibkan untuk membayar uang sebesar Rp 1.680.000,00. Ada diantara kami yang tidak mengikuti kegiatan ini. Awalnya, rencana perjalanan karya wisata ini sangat membuat hati kami senang dan tidak sabar, apalagi saat berada di Yogya nanti, kami akan tinggal di Hotel Sahid. Berkat informasi dari teman-teman, Hotel Sahid merupakan hotel yang berbintang dan mempunyai kolam renang serta berbagai fasilitas lain yang baik.

Dalam perjalanan dari Jakarta-Bali, kami tidak merasakan adanya kekecewaan. Bahkan kami merasakan suatu kegembiraan dan kebahagiaan. Di Bali kami melewati hari-hari yang menyenangkan. Tetapi, hotel yang kami tinggali ternyata merupakan hotel yang kotor dan banyak semutnya. Di bawah ranjang, banyak terdapat sarang laba-laba, di kamar mandi dan meja banyak terdapat semut. Hal ini sangat membuat kami jengkel. Ada yang berkata,”Hotel apa sih hotel ini? Kami merasa dirugikan nih!”

Kemudian, dalam perjalanan Bali-Yogya, kami tidak menemukan kejengkelan kembali, seperti telah terlupakan. Tetapi, kemudian kami mendengar kabar bahwa Hotel Sahid akan digantikan dengan sebuah tempat penginapan lain yang bukan hotel. Di sinilah letak kejengkelan kami yang terbesar. Ternyata tempat yang menggantikan Hotel Sahid merupakan sebuah asrama biasa. Banyak yang merasa jengkel dengan hal ini. Padahal kami telah membayar Rp 1.680.000,00 dan di lampiran surat tertulis bahwa di Yogya kami akan menginap di Hotel Sahid. Setelah bertanya kepada guru-guru, ternyata Hotel Sahid diganti karena hotel tersebut sedang direnovasi akibat gempa di Yogya. Awalnya di Yogya berjalan kurang baik, tetapi setelah beberapa hari kami merasa sedikit tenang kembali.

Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh pengurus karya wisata ini? Apakah ia ingin menipu anak-anak kelas 9 ini? Ataukah ia ingin melakukan korupsi di sekolah ini? Sebaiknya apabila Hotel Sahid akan digantikan dengan asrama, harga pembayarannya dikurangkan sesuai dengan yang seharusnya. Selain itu juga sebaiknya diberikan sebuah lampiran yang bertuliskan penggunaan dana agar orang tua dan murid-murid tidak merasa dirugikan.

Advertisements

About Deni Yang

Not much to describe. Just an ordinary boy.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates @yDeni

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 15 other followers

Flickr Photos

%d bloggers like this: