Review: The Ugly Truth



Abby Richter, seorang produser acara televisi pagi di Sacramento, California, dikejutkan dengan sebuah acara televisi yang bernama “The Ugly Truth” yang dibawakan oleh Mike Chadway. The Ugly Truth menyampaikan berbagai ide “gila” Mike mengenai apa sebenarnya sebuah “hubungan” itu. Respon Abby terhadap acara film ini membuatnya menelpon ke studio itu dan berdebat dengan Mike. Keesokan harinya, Abby mendapatkan dirinya yang harus bekerja sama dengan Mike. The Ugly Truth akan bergabung bersama acara milik Abby untuk menaikkan ratingnya yang belakangan ini sangat rendah.

Terjebak dalam kondisi cinta, Abby merasa butuh bantuan seseorang untuk mampu membuat Colin menjadi miliknya. Mike, seorang “ahli cinta” bersedia menjadi guru cinta bagi Abby dengan syarat Abby memperbolehkan Mike dengan sesuka hati secara spontan tampil di segmen The Ugly Truth. Hari demi hari dilalui, Abby akhirnya berhasil memikat hati Colin dan menjadi kekasihnya, semua berkat petunjuk Mike. Namun, bukanlah suatu keajaiban lagi bagi malaikat cinta untuk menyarangkan panahnya di hati kedua orang itu, Mike dan Abby.

Film The Ugly Truth mengajak kita para penonton untuk mengenal secara lebih dalam kisah-kisah cinta yang sebenarnya seringkali berada di sekitar kita. Coba lihat berbagai adegan yang ada di film ini. Seorang perempuan yang jatuh hati dengan seorang pria. Teman curhat si perempuan yang menjadi guru pendamping dalam mengajarkan tahap demi tahap agar perempuan ini berhasil mendapatkan apa yang dia mau. Yang pada akhirnya teman curhat ini jatuh hati kepada sang putri, begitu juga sebaliknya. Bumbu-bumbu yang disiapkan oleh Nicole Eastman sebagai penulis bisa dibilang berhasil diracik oleh Robert Luketic, direktur The Ugly Truth. Scene-scene romantis dan komedi yang sangat mengundang tawa lebar para penonton sungguh memikat hati. Bagi anda, pecinta film Romance dan Comedy, film ini tidak boleh anda lewatkan.

Permainan yang diberikan oleh Gerard Butler (Mike Chadway) dan Katherine Heigl (Abby Richter) sangatlah pas bagi saya. Peran mereka dalam karakter di The Ugly Truth benar-benar menarik. Gerard yang sukses memukau saya di filmnya terdahulu, P.S. I Love You, dan Katherine yang juga tampil sebagai karakter utama di 27 Dresses, bukanlah hal yang patut dibilang biasa-biasa saja.

Akan tetapi, sayang sekali bahwa film ini cukup banyak mengandung unsur seksual, baik dalam perkataan dan adegannya, membuat film ini belum pantas untuk dilihat oleh mereka yang masih di bawah umur. Selain itu, entah mengapa, inti cerita ini terkesan biasa-biasa saja menurut saya pribadi.

Rating: 3.5/5

About Deni Yang

Not much to describe. Just an ordinary boy.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates @yDeni

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 15 other followers

Flickr Photos

Two big towers in #Sudirman #carfreeday #jakarta #phaseui80 #phase80 #sky #cloud #sports #jogging #health

Ladders to the next level

DSCN1030

More Photos
%d bloggers like this: