Review: Music and Lyrics


“A melody is like seeing someone for the first time. The physical attraction. Sex. But then, as you get to know the person, that’s the lyrics. Their story. Who they are underneath. It’s the combination of the two that makes it magical.” – Sophie Fisher

Alex Fletcher (Hugh Grant) dulunya adalah seorang bintang pop dengan bandnya yang bernama PoP!, band ternama di era 1980 an hingga 1990an. Sayangnya, PoP! ditinggalkan oleh salah satu vokalisnya, Colin, dengan manajer baru yang membuatnya memulai karir barunya sebagai penyanyi solo, secara tidak langsung mengakhiri karir PoP! di dunia permusikan. Kini, Alex hanya tinggal seorang diri, tetap dengan karirnya di dunia musik yang jelas sudah menurun ketimbang masa-masanya terdahulu. Bayangkan, hampir sebagian besar fansnya adalah anak muda pas tahun 1980an-1990an (sekarang sudah punya anak, beberapa mungkin belum). Alex yang ingin menaikkan kembali reputasinya secara beruntung ditawarkan job baru oleh Cora Corman (Haley Bennet), penyanyi paling terkenal di dunia untuk membuat sebuah lagu baru yang akan dinyanyikannya saat turnya di Madison Square Garden, dengan judul “Way Back into Love”, terinspirasi dari buku karangan Guru Mathashavi. Kabar buruknya, Alex harus menyelesaikan lagu ini hanya dalam waktu kurang dari 1 minggu dan yang lebih buruk lagi Alex bukanlah seorang pembuat lirik lagu yang hebat (ia hanya hebat dalam membuat melody lagu). Alex butuh pembuat lirik handal demi keberhasilan proyeknya, tapi siapa?

Chris Riley (Brad Garrett), manajer Alex, mengenalkan seorang penulis lirik yang cukup bisa diandalkan bernama Greg Antonsky (Jason Antoon). Lirik lagu “Way Back into Love” yang dibuatnya bisa dibilang sangat kurang romantis dan terlalu kasar. Sophie Fisher (Drew Barrymore) dengan sifatnya yang lugu dan suka celoteh ternyata membuat perubahan besar. Lirik Greg Antonsky olehnya diubah menjadi lirik yang romantis nan indah dan enak didengar ketimbang lirik asli buatan Greg. Mendengar lirik itu, muncul pikiran di kepala Alex untuk menjadikan Sophie naik pangkat menjadi pembuat lirik untuknya. Namun seperti biasa, Sophie “weirdo” kabur dari lokasi kejadian begitu Alex menghampirinya dan mengajaknya berbicara soal membuat lirik lagu. Bagaimana dengan Alex? Sanggupkah ia menyelesaikan project ini? Apakah Sophie mau membantu Alex? Sayangnya gw harus mengakhiri sinopsisnya di sini.

Music and Lyrics mengajak kita untuk menikmati kisah kehidupan Alex dan Sophie yang terkesan biasa-biasa saja, namun secara tidak sadar “bumbu-bumbu” dituangkan di atas mereka. Plot yang dibangun menurut gw pribadi tidak membuat bosan sama sekali. Pembicaraan oleh masing-masing karakter membawa kita seolah-olah menjadi saksi dari kehidupan mereka yang serius, namun santai. Peran sutradara yang mampu menjaga keutuhan plot film ini dengan kehebatannya dalam mengatur peran para pemain tak pelak membuat film ini menjadi “manis” untuk disimak dan dinikmati dengan relax. Cerita yang dibuat pun tidak membuat kita untuk berpikir secara dalam-dalam, it’s a Drama movie after all.

Marc menciptakan keunikan dari film ini dengan ditambahnya unsur musik di dalamnya. Kita diajak untuk menikmati bagaimana keindahan sebuah lirik lagu dapat tercipta yang sebenarnya tiba-tiba saja bisa *pop* di otak bila kita pandai memilah-milah kata dengan penuh kekreatifan dan kepekaan. Film tetap dapat berfokus pada kehidupan Alex dan Sophie yang semakin hari semakin sering menghabiskan waktunya bersama-sama untuk menyelesaikan lirik pesanan Cora, dengan disisipkannya latar belakang kehidupan cinta Sophie yang cukup memprihatinkan. Lagu-lagu yang ditampilkan di film ini bisa membuat gw cukup senang saat mendengarnya, terlebih lagu “Way Back into Love” sekalipun lagu ini masih berwujud RAW di tengah-tengah cerita. 20 menit terakhir menjelang selesainya film, Marc ternyata benar-benar memberikan sesuatu yang mengejutkan tidak tertebak, tapi sangat sesuai dengan apa yang gw inginkan. I’m touched! Lirik lagu sungguh mempunyai “power” tersendiri dan kenyataannya, words (lyrics) can change something.

Hugh Grant benar-benar tampil total untuk film ini. Karakter Alex yang dimainkannya terasa sungguh hidup, dengan ekspresinya yang walau datar tapi tetap dapat mengundang tawa dan glitikan melalui leluconnya dan tingkah lakunya, terlebih dengan gaya khas tarian era 80an yang ditampilkannya. Peran Sophie yang dengan keunikan sifat yang dimilikinya terhadap Alex juga mampu membuat gw tersenyum ketika menontonnya, seperti saat iaย  disuruh oleh Alex menyanyikan lagu “Way Back into Love”nya sambil menggunakan headphone dan mengeluarkan suara yang kencang namun tampak natural dan mengundang tawa. Film ini tampak sungguh sederhana, tapi melalui kesederhanaannya ini, sekali lagi Music and Lyrics bisa membawa kita menuju dunia yang amat relax dan membuat kepuasan tersendiri di dalam hati. Unsur drama, romance, musical beserta dengan konflik dan akting yang ada teramat membuat gw sangat menikmati film ini. It’s a Drama Romance and Musical Movie after all. Tidak heran gw selalu suka film dengan model seperti ini.๐Ÿ™‚

All I wanna do is find a way back into love…

Rating: 4/5

About Deni Yang

Not much to describe. Just an ordinary boy.

5 responses to “Review: Music and Lyrics

  1. hugh grant memang pakar nya rom-com neh, dari dolo ampe skrg rom-com molo dah๐Ÿ˜€

  2. huwah, ini film salah satu fav gue..๐Ÿ˜€

  3. Aloha hah film ini. Hahahaaaaaaaaa seru banget banget banget gila itu keren abiesdssss gitu loooohhhhh

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates @yDeni

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 15 other followers

Flickr Photos

Two big towers in #Sudirman #carfreeday #jakarta #phaseui80 #phase80 #sky #cloud #sports #jogging #health

Ladders to the next level

DSCN1030

More Photos
%d bloggers like this: