Review: Sherlock Holmes


Never theorize before you have data. Invariably, you end up twisting facts to suit theories, instead of theories to suit facts. – Sherlock Holmes

Blackwood, seorang pembunuh yang menggunakan praktek ilmu hitam dalam menjalankan ‘karir’nya, akhirnya tertangkap oleh Sherlock Holmes, ditemani partnernya yang setia, Watson. Blackwood dihukum penjara dan harus dihukum mati. Misteri menghadang Holmes dan Watson. Blackwood ternyata hidup kembali dan melanjutkan aksi pembunuhannya.

Melihat kejahatan-kejahatan yang dimulai kembali oleh Blackwood, Holmes dan Watson harus mengulas berbagai misteri yang ada di hadapan mereka. Pertanyaan demi pertanyaan akan menghadang mereka. Mampukah mereka menjawab dan mengakhiri misteri di balik hidupnya Blackwood?

Tokoh Sherlock Holmes di sini benar-benar ajaib. Pandai dan cerdas, sungguh logis dan juga pandai untuk berkelahi melawan penjahat-penjahat yang menantinya. Saya sungguh takjub dengan berbagai spekulasi dan bagaimana ia mengambil kesimpulan hanya dari beberapa detail yang kecil. Sungguh menarik. Hal yang cukup aneh dan menarik perhatian saya adalah di bagian awal film hingga pertengahan, dialog-dialog yang disampaikan antara Holmes dan Watson ternyata benar-benar sedikit mirip gay. Holmes seakan-akan sangat menginginkan Watson untuk selalu menemaninya dengan mengajaknya ini itu.

Yang juga menarik dari film ini adalah, tokoh Sherlock Holmes yang cerdik ini ternyata juga pandai berbual, membuat lelucon-lelucon dari tindakannya itu. Beberapa leluconnya mengena buat saya dan memang cukup lucu. Orang yang terkesan pandai biasanya adalah orang yang cukup serius ketika berada dalam pergaulan, namun tidak buat Sherlock. Good, sayangnya, entah karena ini karena Robert atau hal lain, saya melihat Tony Stark ada di diri Holmes dari film ini. Mungkin memang ini karakter yang sebenarnya dari Sherlock Holmes? Entah, saya tidak membaca novelnya.

After all, film ini mampu membuat saya terkesima dengan kepandaian dari Holmes yang sungguh luar biasa. Pikirannya berjalan begitu cepat, atau berlari lebih tepatnya. Dalam hitungan sepersekian detik mampu membuat kesimpulan yang tepat. Ya, memang begitulah Sherlock Holmes, detektif terhebat sepanjang masa. Tadinya saya berniat memberikan nilai 8 untuk film ini, karena saya cukup suka, namun saya merasa biasa saja ketika bagian akhirnya, mungkin karena kurangnya ketegangan yang seharusnya dirasakan di cerita misteri seperti ini kali yah?

Rating: 3.5/5

About Deni Yang

Not much to describe. Just an ordinary boy.

2 responses to “Review: Sherlock Holmes

  1. Karakter yang unik Bro, saya baru saja nonton. mungkin seperti itu tingkah orang jenius ya? agak nyentrik.alur cerita sih biasa saja, hanya karakter sherlock yang bisa membuat saya tetap bertahan untuk nonton sampai selesai, ditambah setting dan kostum yang apik, jadilah film ini sebagai hiburan yang pantas mendapat nilai 7.

    Salam Sahabat

    • ya, karakter Sherlock lumayan menghibur🙂 sayangnya saya sedikit terganggu ama sifatnya yang sedikit gay (sama watson) dan terlalu banyak bercandanya (detektif?). Tapi tetep otaknya yang cemerlang mendominasi pikiran saya.😀

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates @yDeni

Error: Please make sure the Twitter account is public.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 15 other followers

Flickr Photos

Two big towers in #Sudirman #carfreeday #jakarta #phaseui80 #phase80 #sky #cloud #sports #jogging #health

Ladders to the next level

DSCN1030

More Photos
%d bloggers like this: