The Story about Police and Thiefs *Fiktif*


Alkisah di suatu negara terdapat segerombolan pencuri yang ingin “bersenang-senang” dengan pergi ke sebuah “warung” untuk mencari makan. Sebagai seorang pencuri, atau “maling muda” tentunya dia tidak bekerja sendirian saja. Butuh teman-teman yang memang layak dan pantas serta berkompeten untuk membantunya hingga tercapai rasa senangnya itu. Tahu lah, sifat pencuri itu seperti apa. Pencuri selalu siap menghadapi berbagai tantangan yang ada di hadapannya saat “bekerja”. Mereka tahu resiko apa yang bakalan dihadapinya, bahkan otak pencuri biasanya lebih “jalan” dibanding mereka orang-orang normal biasa. Butuh pemikiran yang keras dan penuh logika untuk mencapai “kesenangannya” itu. Selain itu, pencuri juga harus pandai berlari. Intinya, pencuri butuh otak yang tajam dan kaki yang ringan untuk “bekerja”.

Kalian tahu kan, siapa musuh terberatnya maling? Anjing? Bukan. Bahkan anjing yang galak pun yang larinya cepat dengan giginya runcing gak mudah buat mengejar pencuri yang memang sudah ahli. Yang benar itu adalah polisi. Polisi punya kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan buat menangkap pencuri. Pencuri bisa dateng tiba2? Polisi juga bisa dateng tiba2. Bahkan, di saat pencuri sedang tidak melakukan pekerjaannya, alias lagi jalan balik ke base camp nya, di situ lah kesempatan besar yang dipakai oleh polisi. Polisi memang bisa dibilang penegak “hukum” yang agung. Beliau punya kewajiban untuk menangkap para maling yang kerjaannya melanggar hukum. Hukum yang dibuat oleh “negara” memang harus dipatuhi oleh setiap warga negara, sudah mutlak hukumnya kayak begini. Namun apa jadinya kalau polisi dengan seenaknya mengganti sanksi hukum dari yang seharusnya?

Kembali lagi ke kisah para pencuri tadi. Awalnya, maling2 ini sedang berkeliaran setelah selesai “mengasah otak” demi pekerjaan. Biasa lah, maling juga bisa kelaparan abis ngasah otak. Wajar kan yah? Iya. Nah, dari sekelompok maling, ada 1 maling yang bawa makanan dari rumahnya. Yah itung-itung ngirit uang hasil curian lah. Pencuri juga harus ngirit! Tidak seperti si maling yang satu ini, teman-temannya pergi ke “warung” buat cari makanan. Warungnya agak dekat dari base camp persembunyian mereka, jadinya si maling (sebut aja D deh, repot) yang udah selesai makan rantang bawaannya, merasa bosan karena semua kawan malingnya pergi ke warung tadi. Maling D pun pergi ke warung tadi, dengan niat mencari sahabat-sahabatnya. Dia tidak tahu bahwa kemalangan akan menimpa dirinya yang sebenarnya lagi cuti “mencuri”.

Singkat cerita, pas udah ketemu ama temen2 malingnya, D nemenin mereka makan sambil nungguin selesai makannya. Oh iya, di dunia permalingan, ada yang namanya jadwal. Itungannya, kalau kita sebagai maling gk pengen ketangkep sama polisi pas polisinya nyari pencuri, kita harus balik ke base camp sebelum polisi muncul di daerah sekitar base camp. Ingat kan kalau sifat maling itu adalah otaknya tajam dan kakinya ringan (lebih bagus lagi kalau punya keahlian supaya polisi gk tahu kalau ada maling di situ)? Nah, karena parahnya pesanan makanan yang lama sekali, waktu banyak terbuang percuma yang bikin para maling ini telat dari jadwal balik ke base camp. Pas sudah hampir masuk ke base camp, tiba2 polisi dateng dengan bawa pentungan sambil tangannya dilipat di pinggang.

“Mau ke mana?” tanya polisi.

“Aduh telat 10 menit deh,” celoteh maling.

“Kamu tahu kesalahan kamu? Kesalahan kamu adalah kamu ketemu sama saya!” kata polisi.

Gubrak! Polisi berhasil cegat maling yang udah hampir nyampe ke base campnya! Gawat dah. Ternyata polisi yang satu ini kasusnya special. Polisi ini sungguh beruntung bisa nangkep maling. Ditambah lagi kemalangan yang menimpa para maling, “Kepala Polisi” tiba2 muncul dan “menyeret para maling ke kantor”, disuruh duduk dan katanya harus dipenjara selama beberapa hari + bakalan ada “wawancara khusus” 4 mata bersama dengan pengurus kepolisian. Sungguh apes maling ini!

End.

Pencuri yang tidak ketahuan, tidak bisa dihukum. Namun, pencuri yang ketahuan oleh polisi, sudah pasti dihukum. – Maling

Polisi memang berkewajiban buat nangkep yang namanya maling, tapi coba deh kita lihat kasus khusus yang ada di sini beserta argumen-argumen yang menguatkan para maling:

  1. Sanksi yang diberikan tidak sesuai dengan aturan hukum yang telah dibuat oleh “negara”
  2. Banyak maling lainnya yang balik ke base camp telat 5 menit dari jadwal, tapi gk ketangkep sama polisi.
  3. Kemarin ada maling hebat yang gk ketangkep sama polisi walaupun udah telat 15 menitan dari jadwal.
  4. Sanksi yang diberikan seakan-akan based on emotions.
  5. Banyak maling yang gk balik ke base camp, tetep kerja cari mangsa di luaran, gk kelacak sama polisi.

Sang maling yakin, memang dia bersalah sudah menjadi maling yang pekerjaannya memang tidak mulia itu. Mereka menerima kalau mereka memang bersalah. Apabila memang bisa, mungkin memang kata-kata “maaf” tidaklah cukup untuk menghapus kesalahannya setelah menjadi maling. Namun apa boleh dikata, tidak ada cara lain selain mengikuti kuatnya “hukum” di negara itu, walaupun jelas, tidak adil memasukkan unsur “emosi” ke dalam sanksi hukum. Maling yang ketahuan memang maling yang sudah gagal, tapi “berhasil”. Berhasil dalam mengukir kenangan menjadi seorang maling.

Apes.

NOTE: ini karangan fiktif belaka. Tidak ada hubungannya sama Kepolisian yang sesungguhnya. Maaf apabila ada kata-kata yang menyinggung.😦

About Deni Yang

Not much to describe. Just an ordinary boy.

13 responses to “The Story about Police and Thiefs *Fiktif*

  1. cassle

    WONDERFUL!!! ha ha ha ha… KOCAK ABIS lu DEN!!!😀

  2. MBonifaciaW

    haha….good….
    i know what do you mean….wkwk

  3. baby

    haha.. den”.. lcu amet.. kcian y malinq” nya emnq lg apes nya..

  4. tongtong

    iihiiiiyy asik deniiiiii libur 1 mingguuuu hhahahhaa

  5. Vincent

    MALING DASAR !!! wkwk makanya kek gw donk tadinya maw bolos tapi ada suara hati yang berkata “Balik vincent” :p

  6. Vincent

    gw maling pintar lu maling bodoh haha makanya kek gw donk ke vihara !!! hahaha makanya ga kena

  7. re_fund

    apes bener lu den…
    padahal ga ikut makan…
    ckckck

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Updates @yDeni

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 15 other followers

Flickr Photos

Two big towers in #Sudirman #carfreeday #jakarta #phaseui80 #phase80 #sky #cloud #sports #jogging #health

Ladders to the next level

DSCN1030

More Photos
%d bloggers like this: